Bupati Bombana Ingatkan Komitmen Membangun Budaya Lokal di HUT Sultra ke 61 Tahun

waktu baca 2 menit
Senin, 26 Jan 2026 16:26 4 wica454

suaradewan.com | Kolaka – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi momen penting bagi seluruh aparatur pemerintahan di Sultra, termasuk bagi pegawai negeri sipil.

Dalam upacara yang dilaksanakan di Alun-alun 19 November Kolaka, Minggu (27/4/2025), Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, bersama Ibu Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, serta Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, bersama Ibu Henny Setiawati Rachman, S.Pi., MM, turut hadir mengenakan busana adat Moronene.

Penampilan mereka yang anggun dan berwibawa mencerminkan kekayaan budaya lokal Bombana.

Busana adat Moronene yang dikenakan pada upacara tersebut, dengan warna dan motif tradisional yang khas, tidak hanya memperlihatkan keindahan budaya, tetapi juga sebagai simbol pelestarian identitas suku asli Bombana.

Hal ini sangat penting bagi kita sebagai aparatur negara untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya yang ada di daerah kita.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang Provinsi Sulawesi Tenggara yang telah mencapai usia ke-61.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pegawai negeri sipil, untuk terus memperkuat persatuan, menggali potensi daerah, serta menjaga dan melestarikan kekayaan budaya yang menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan.

“HUT Sultra ke-61 ini adalah momentum untuk bersyukur dan berkomitmen lebih kuat dalam membangun daerah dengan tetap menjunjung tinggi adat dan budaya kita,” tegas Bupati Burhanuddin.

Rangkaian acara HUT Sultra ke-61 kali ini juga diwarnai dengan berbagai atraksi budaya, parade adat, serta pameran hasil karya daerah yang menambah semarak suasana dan memperkuat rasa kebanggaan terhadap budaya Nusantara, khususnya budaya Sulawesi Tenggara.

BuSebagai pegawai negeri sipil, mari kita menjadi bagian dari upaya tersebut dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, baik dalam aspek sosial, budaya, maupun ekonomi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA