Bupati Irham Kalenggo Hadiri Launching Direct Ekspor Perdana Sultra–Cina

waktu baca 3 menit
Rabu, 28 Jan 2026 20:37 10 wica454

KENDARI — Sulawesi Tenggara resmi mencatat sejarah baru dalam peta perdagangan internasional. Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, menghadiri Launching Direct Ekspor Perdana Sulawesi Tenggara–Cina melalui Terminal Petikemas Kendari New Port, Rabu sore (28/1/2026). Momentum ini menandai babak baru ekspor daerah yang kini tak lagi bergantung pada pelabuhan transit di luar wilayah.

Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WITA tersebut dihadiri sejumlah kepala daerah se-Sultra, jajaran Bea dan Cukai, Dinas Perhubungan, Kapolda Sultra, unsur Forkopimda, pelaku usaha, serta perwakilan instansi vertikal dan BUMN sektor kepelabuhanan dan logistik. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan besarnya perhatian terhadap penguatan jalur ekspor langsung dari kawasan timur Indonesia.

Bupati Irham Kalenggo menyambut positif terealisasinya direct ekspor tersebut. Menurutnya, kebijakan ekspor langsung ke Cina menjadi lompatan strategis yang berdampak langsung pada efisiensi biaya logistik, pemangkasan waktu distribusi, serta peningkatan daya saing produk unggulan daerah di pasar global.

“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah strategis yang membuka ruang lebih luas bagi produk lokal Sulawesi Tenggara, termasuk Konawe Selatan, untuk bersaing di pasar internasional. Biaya logistik lebih efisien, waktu pengiriman lebih singkat, dan nilai tambah produk semakin meningkat,” tegas Irham.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan siap menjadi bagian aktif dalam penguatan ekosistem ekspor daerah yang sejalan dengan visi pembangunan SETARA (Sehat, Cerdas, dan Sejahtera). Menurutnya, ekspor merupakan instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Konawe Selatan memiliki potensi besar di sektor kelautan, pertanian, perkebunan, hingga sumber daya bumi. Tantangannya adalah bagaimana mengelola potensi tersebut secara cerdas, berkelanjutan, dan bernilai tambah,” ujarnya.

Lebih jauh, Irham menekankan pentingnya pemberdayaan pengusaha lokal sebagai aktor utama dalam rantai ekspor. Pemkab Konawe Selatan, kata dia, terus membangun sinergi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Perusahaan Umum Daerah (Perumda) untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu memenuhi standar dan kebutuhan pasar internasional.

“Kami ingin pengusaha lokal naik kelas. Dengan dukungan Kadin, Perumda, dan mitra strategis lainnya, produk hasil laut dan hasil bumi Konawe Selatan memiliki peluang besar menembus pasar global, termasuk Cina,” tambahnya.

Ia juga berharap kehadiran Terminal Petikemas Kendari New Port Bupati Irham Kalenggo Hadiri Launching Direct Ekspor Perdana Sultra–CinaBupati Irham Kalenggo Hadiri Launching Direct Ekspor Perdana Sultra sebagai gerbang ekspor internasional mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi regional, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat sistem logistik Sulawesi Tenggara secara menyeluruh.

“Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan otoritas pelabuhan harus terus diperkuat agar ekspor-impor tidak hanya meningkat secara angka, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Launching tersebut ditandai dengan seremoni pelepasan peti kemas ekspor perdana menuju Cina dari Kendari New Port. Direct ekspor ini dinilai sebagai langkah maju dalam mendukung agenda nasional penguatan ekspor sekaligus menekan disparitas biaya logistik dari daerah ke pasar internasional.

Dengan terealisasinya ekspor langsung perdana ini, Sulawesi Tenggara resmi memasuki fase baru dalam perdagangan global, sekaligus menegaskan Kendari New Port sebagai simpul logistik strategis di kawasan timur Indonesia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA