Bombana Raih Nilai SPI Tertinggi di Sulawesi Tenggara, Kategori “Terjaga”

waktu baca 2 menit
Jumat, 12 Des 2025 06:57 14 wica454

BOMBANA, URBANTALK.ID – Pemerintah Kabupaten Bombana kembali mencatat prestasi membanggakan pada Peluncuran Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa 9 Desember 2025 bertepatan dengan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Yogyakarta.

Bombana berhasil meraih nilai 78,50 dengan predikat “Terjaga”, sekaligus menjadi yang tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara, termasuk melampaui capaian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Capaian ini menandai peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, Bombana masih berada pada kategori Rentan dengan nilai 72,56, sebelum melonjak 5,94 poin pada tahun ini.

SPI KPK sendiri merupakan instrumen nasional untuk memotret integritas lembaga publik melalui pengalaman dan persepsi masyarakat pengguna layanan, pegawai, hingga para ahli.

Survei ini juga menjadi ruang partisipasi publik dalam mendorong perbaikan layanan, penguatan tata kelola, serta pencegahan korupsi melalui masukan langsung dari masyarakat.

Menurut KPK, skor tinggi bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu masuk untuk memperbaiki sistem, menutup celah penyimpangan, dan membangun budaya kerja pemerintah yang semakin akuntabel. Integritas tak berhenti pada angka, tetapi pada tindak lanjut atas temuan-temuan yang muncul dari survei tersebut.

Inspektur Daerah Kabupaten Bombana, Ridwan, S.Sos., M.P.W., mengapresiasi seluruh pihak yang ikut berkontribusi dalam SPI 2025, baik stakeholder maupun responden dari berbagai instansi.

Ia menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar prestasi angka, tetapi cermin dari kerja sistem yang mulai matang dalam mendeteksi dan menanggulangi risiko korupsi secara berkelanjutan.

Ridwan menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen penuh menindaklanjuti setiap rekomendasi KPK pada SPI, sehingga upaya pembangunan integritas dapat berjalan di level individu maupun organisasi.

“Peningkatan nilai ini menjadi bukti bahwa perbaikan yang kami lakukan berada di jalur yang tepat. Namun pekerjaan belum selesai ; integritas adalah proses yang harus dijaga setiap hari,” ujarnya.

Dengan capaian “Terjaga”, Bombana kini dipandang sebagai salah satu daerah yang berhasil membangun fondasi tata kelola pemerintahan bersih dan responsif, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di Sulawesi Tenggara. (Adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA