Sarah Agussalim Ketua HMI Cabang Makassar saat mendampingi Wali Kota Makassar | Foto Istimewa URBANTALK, MAKASSAR — Gelora semangat kader menggema dari Timur Indonesia. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar menyatakan kesiapan penuh menjadi tuan rumah Kongres PB HMI ke-XXXIII tahun 2026, menyusul dukungan resmi dari Pemerintah Kota Makassar.
Dukungan tersebut mengemuka di tengah berlangsungnya Pleno II PB HMI di Kabupaten Tangerang pada 12–15 Februari 2026. Salah satu agenda krusial dalam forum tersebut adalah penentuan arah dan lokasi pelaksanaan kongres mendatang—forum tertinggi organisasi yang akan menentukan nahkoda dan arah gerak HMI ke depan.
Ketua HMI Cabang Makassar, Sarah Aggussalim, menegaskan bahwa komunikasi intensif telah dilakukan bersama Wali Kota Makassar dan seluruh jajaran pemerintah kota. Hasilnya, rekomendasi resmi pun telah dikantongi.
“HMI Cabang Makassar sudah beberapa kali berkoordinasi dengan Wali Kota Makassar, dan alhamdulillah hal tersebut disambut baik oleh bapak Wali Kota bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar dengan keluarnya rekomendasi dari Pemerintah Kota Makassar. Karena itu kami nyatakan HMI Cabang Makassar siap menjadi Tuan Rumah Pelaksanaan Kongres ke-XXXIII Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam sesuai dengan apa yang nantinya menjadi hasil dari Pleno II PB HMI,” tegas Sarah.
Makassar bukan satu-satunya kandidat. Berdasarkan surat PB HMI Nomor 385/A/SEK/03/1447, Kota Daeng masuk dalam daftar opsional calon tuan rumah dan akan bersaing dengan sembilan wilayah lainnya, yakni:
Gorontalo
Ciputat
Palu
Mataram
Banda Aceh
Karawang
Kepulauan Bangka Belitung
Manado
Bogor
Persaingan dipastikan ketat. Namun Makassar punya modal kuat: infrastruktur yang memadai, pengalaman menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional, serta dukungan politik dan administratif dari pemerintah daerah.
Sebagai salah satu kota dengan denyut gerakan mahasiswa yang dinamis, Makassar dinilai memiliki ekosistem kaderisasi dan tradisi intelektual yang kuat. Jika dipercaya menjadi tuan rumah, Kongres XXXIII berpotensi menjadi momentum konsolidasi besar HMI di kawasan Indonesia Timur.
Sarah menaruh harapan besar pada keputusan Pengurus Besar.
“Besar harapan kami, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam bisa menentukan tuan rumah sesuai dengan apa yang telah ditetapkan pada Kongres sebelumnya. Makassar menjadi salah satu dari beberapa daerah yang direkomendasikan. Jika diberi amanah sebagai pelaksana tuan rumah Kongres, HMI Cabang Makassar insya Allah akan melaksanakan amanah tersebut dengan baik dan lancar tentunya dengan dukungan penuh Pemkot Makassar,” tutupnya.
Kini, bola ada di tangan forum tertinggi organisasi. Jika Makassar terpilih, maka 2026 akan menjadi panggung besar bagi Kota Daeng—bukan sekadar menjadi tuan rumah, tetapi menjadi episentrum arah baru perjuangan HMI di tingkat nasional.
Tidak ada komentar