Sahrun Gaus, SP., M.M ( Baju Hijau ) Ketua Panitia Pemekaran Kabupaten Bombana bersama raja Rumbia ke VII saat menghadiri Hari Ulang Tahun Kabupaten Bombana yang ke 22 Tahun. | Foto Asbar BOMBANA, URBANTALK.ID – Mantan Ketua Panitia Pemekaran Kabupaten Bombana, Sahrun Gaus, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus menjadi poros utama pembangunan daerah. Menurutnya, momentum peringatan 22 tahun Kabupaten Bombana semestinya tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi refleksi atas cita-cita awal pembentukan daerah otonom.
Sahrun menyampaikan bahwa sejak awal perjuangan pemekaran, tujuan utamanya adalah kemandirian daerah—termasuk memberi ruang seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik Bombana untuk berkiprah di berbagai sektor strategis, mulai dari birokrasi, ekonomi, hingga politik.
“Karena untuk itulah dahulu kita ingin mandiri, untuk itulah kita mau otonom,” ujar Sahrun, Kamis, (18/12/2025)
Mantan Ketua KNPI Sulawesi Tenggara itu menilai kualitas sumber daya manusia Bombana sudah memadai untuk menggerakkan dan memajukan daerah yang resmi berdiri pada 2003 tersebut. Namun, menurutnya, tantangan utama bukan pada kapasitas, melainkan pada akses dan keberpihakan.
“Putra-putri Bombana harus menjadi tuan di rumahnya sendiri. Kita punya, kita qualified, hanya saja belum sepenuhnya diberi kesempatan dalam arti yang lebih luas,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa konsep putra-putri daerah tidak boleh dipersempit pada perspektif kesukuan. Bombana, kata Sahrun, adalah rumah bersama bagi siapa pun yang mengabdikan diri dan merasa memiliki daerah tersebut.
“Siapa saja yang menganggap Bombana adalah negerinya, mari kita bersama-sama membangun,” ujarnya.
Ke depan, Sahrun berharap Kabupaten Bombana dapat tumbuh menjadi daerah yang maju dan berdaya saing, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga lewat kebijakan yang memberi ruang nyata bagi putra-putri terbaik Bombana untuk tampil dan mengambil peran strategis di sektor birokrasi, ekonomi, dan politik.
Tidak ada komentar